Tidak ada yang di atas hukum

Tidak ada yang di atas hukum

Walikota Kota Baguio mengatakan konstituen muda harus diselamatkan dari ‘fitnah yang tidak perlu’ dan layak untuk dijaga dari penganiayaan dan pelecehan

VIGAN CITY — Kota Baguio berada di tengah-tengah perlambatan ekonomi kota memperingatkan pemimpin dan pembawa acara Sonshine Media Network International (SMNI) pada hari Senin, 16 Januari, bahwa mereka dapat menghadapi pertanggungjawaban atas praktik mereka yang terus-menerus memfitnah individu.

Dalam pernyataan yang dirilis ke media, Magalong menegur Apollo Quiboloy, pemimpin sekte agama Kerajaan Yesus Kristus dan pemilik SMNI, mantan pejabat kantor komunikasi kepresidenan Lorraine Badoy, dan penyerahan diri Jeffrey Celis karena menuduhnya melakukan pengkhianatan dan berkonspirasi dengan pemberontak komunis.

“Omelan terhadap saya ini tidak berdasar dan tidak berdasar, dan telah menjadikan orang saya kecaman yang tidak perlu dan tidak pantas,” kata walikota.

“Sehubungan dengan orang-orang yang disebutkan di atas yang memiliki kebiasaan mencemarkan nama baik orang tanpa henti tanpa sedikit pun bukti, diingatkan bahwa TIDAK ADA YANG DI ATAS HUKUM,” tambah Magalong.

Magalong pertama kali membuat marah tokoh-tokoh SMNI pada tahun 2021, dengan perintahnya untuk menghapus terpal dan materi lainnya yang menandai organisasi rakyat dan kelompok pemuda sebagai teroris.

Quiboloy membangkitkan serangan a pernyataan dalam programnya Spotlight, yang diunggah SMNI pada 14 Januari.

Badoy dan Celis menuduh Magalong atas program mereka Terhadap Rakyat pada 9 Januari dan 13 Januari.

Mereka juga menuduh walikota memerintahkan pencopotan poster yang menyatakan Partai Komunis Filipina-Tentara Rakyat Baru (CPP-NPA) sebagai persona non grata di kota tersebut.

Namun, perintah Magalong hanya mencakup materi yang menjelekkan kelompok dan aktivis yang berorientasi pada masalah di kota. Pada Juni 2020, tegas Magalong resolusi yang disahkan dewan kota pada Januari 2020, menyatakan pemberontak komunis tidak diinginkan di kota.

Di bawah kepemimpinannya, Dewan Perdamaian dan Ketertiban Daerah (RPOC) mendukung Dumanon, Makitongtong (kunjungan dan bicara), sebuah program yang berpola dari Tokhang, menargetkan orang-orang yang diduga memiliki hubungan dengan pemberontak komunis.

Dekade memerangi NPA

Magalong belum lama ini membuat pernyataan tentang hak asasi manusia atau menentang penandaan merah.

Dia telah menjadi berita karena setuju untuk bergabung dengan panel yang mengevaluasi pejabat tinggi terkait dengan kartel narkoba.

Magalong mengatakan risiko sepadan, bergabung dengan badan untuk memeriksa kaitan polisi korup dengan narkoba

Magalong mengatakan catatan dinasnya sebagai petugas Kepolisian Filipina dan Kepolisian Nasional Filipina berbicara atas pengabdiannya yang jujur ​​kepada negara.

Walikota ingat bahwa dia telah memerangi gerilyawan komunis di Luzon dan Mindanao sejak lulus dari Akademi Militer Filipina pada tahun 1982. Tugas pertamanya adalah di Abra, salah satu benteng pemberontak negara itu pada tahun 1980-an, di mana dia terluka dalam pertempuran.

“Sejak tahun itu hingga 2005, saya mempertaruhkan hidup saya melawan CPP/NPA, memimpin orang-orang saya bukan dari belakang tetapi dari depan dalam berbagai operasi,” katanya.

“Dituduh bahwa saya telah meninggalkan komitmen seumur hidup saya melawan CPP/NPA adalah penghinaan besar yang mengesampingkan pengabdian saya yang panjang dan setia kepada Filipina,” kata Magalong.

Mengutip tugasnya di RPOC dan wakil ketua Satuan Tugas Regional untuk Mengakhiri Konflik Bersenjata Komunis Lokal, Magalong mengatakan “program terus berhasil di Cordillera, terutama dengan dukungan yang lebih kuat dari komunitas lokal dan persepsi yang lebih baik dari publik.”

Melindungi pemuda Baguio

Sebagai kepala eksekutif lokal Baguio, Magalong mengatakan kesetiaannya kepada pemerintah Filipina tetap “tak tergoyahkan.”

“Saya melindungi konstituen muda kami dari fitnah yang tidak perlu dengan berusaha memastikan bahwa aktivis pemuda kami – bukan komunis – di Baguio aman dari penganiayaan dan pelecehan,” katanya.

“Aktivisme muda tidak harus berarti mendukung ideologi komunis,” tambah walikota.

Walikota juga subjek kemarahan Badoy pada Maret 2022 mengikuti dialognya dengan kelompok-kelompok yang berorientasi pada tujuan di kota. Dalam pertemuan tersebut, walikota meyakinkan keamanan para aktivis di kota dan memerintahkan pencopotan poster-poster yang menandai kelompok dan individu.

“Kalau tindakan saya sebagai kepala daerah dipersoalkan, biarlah proses hukumnya dipatuhi dengan tegas. Dengan segala cara, ambil langkah-langkah yang diperlukan agar saya diberi sanksi, sesuai dengan prosedur yang berlaku, tanpa harus dicemooh di depan umum karena suatu masalah,” kata Magalong. – Rappler.com

Mudah – mudahan bersama ada knowledge uni togel sanggup menopang Anda dalam menyusun angka pasangan jitu dan menegaskan hasil keluaran sdy hari ini dengan cepat dan tepat. Saran kita simpan dan senantiasa ingat unitogel kala Anda dambakan menyaksikan hasil keluaran sdy. Karena kami bukan cuma sedia kan keluaran sdy tetapi seluruh hasil keluaran togel terlengkap dan terpercaya.