On the Spot: Soe Tjen Marching

On the Spot: Soe Tjen Marching

On the Spot: Soe Tjen Marching
Unjuk rasa yang diadakan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk memperingati hari jadinya yang ke-45, 23 Mei 1965. Wiki Commons.

Mengapa Anda seorang sejarawan Indonesia abad ke-20?

Karena di Indonesia masa lalu masih bersama kita. Warisan pembunuhan massal 1965-66 tidak pernah terselesaikan.

Apa pelajaran paling penting yang telah diajarkan sejarah kepada Anda?

Kesalahan yang mengerikan cenderung terulang kembali.

Buku sejarah mana yang memiliki pengaruh terbesar bagi Anda?

milik Ben Anderson Komunitas Terbayang.

Buku apa di bidang Anda yang harus dibaca semua orang?

Bradley R. Simpson Ekonom Dengan Senjata.

Momen apa yang paling ingin kamu ulangi?

Betapapun sulitnya, saya akan kembali ke Jawa pada tahun 1965. Saya ingin tahu apa yang terjadi pada ayah saya.

Sejarawan mana yang memiliki pengaruh terbesar pada Anda?

Wisata Pramoedya Ananta.

Orang mana dalam sejarah yang paling ingin Anda temui?

Ratu Kalinyamat, ratu Jawa yang menentang Belanda pada abad ke-16.

Berapa banyak bahasa yang Anda miliki?

Indonesia, Jawa, Inggris, Jerman dan Mandarin.

Topik sejarah apa yang membuat Anda berubah pikiran?

Hampir semuanya. Semakin banyak saya membaca, semakin saya berubah pikiran.

Apa kesalahpahaman paling umum tentang bidang Anda?

Bahwa itu tidak penting.

Genre sejarah mana yang paling tidak Anda sukai?

Sejarah monarki dan ‘Orang Hebat’.

Bidang apa yang paling menarik dalam sejarah saat ini?

Studi tentang Perang Dingin Asia yang tidak fokus pada Perang Vietnam.

Apakah ada teks sejarah penting yang belum Anda baca?

milik Ang Cheng Guan Perang Dingin Asia Tenggara: Sejarah Interpretif.

Apa arsip favorit Anda?

Perpustakaan Online Genosida – perpustakaan online genosida 1965.

Apa museum terbaik?

Museum Inggris.

Teknologi apa yang paling mengubah dunia?

Mesin cetak.

Mediterania atau Samudra Hindia?

Samudera Hindia.

Drama sejarah atau dokumenter?

Dokumenter.

Parthenon atau Machu Picchu?

Machu Picchu.

Untuk apa generasi mendatang menilai kita dengan sangat keras?

Kekejaman terhadap hak asasi manusia dan hewan.

Soe Tjen Marching adalah Dosen Senior Bahasa Indonesia di SOAS, University of London dan penulis dari The End of Silence: Kisah Genosida 1965 di Indonesia (Amsterdam University Press, 2017).

Posted By : totobet